terhenyak sesaat
sekejap cerita lalu mengambang
menampilkan ujung kecilnya di permukaan
menyimpan bongkah besar dibawahnya
sepercik ingatan itu
akan membawa nuansa lalu kembali
mensetting ulang panggung kehidupan
membacakan narasi yang pernah merdu berdendang
menggerakkan para wayang memainkan bidak keseharian
dan drama usang kembali mengisi imaji
gambaran besar itu segera menyempit,
menampilkan sudut yang tak pernah kita duga
tampakklah detil kecil yang penuh cerita
sebagian menikmati,
ada yang mengingkari
banyak pula yang mencoba mencari detil lain
bahkan menciptakan yang tak ada
sekedar menghibur diri
dalam lembaran ini
aku mencoba membagi kehidupanku,
pikiranku, cintaku, dengan semua orang.
karena hidup untuk berbagi...
Jumat, 08 Maret 2013
api nurani
lama otak ini sudah kosong, terlalu sering berkerja dengan rutinitas yang sama. yap belakangan ini saya memang lagi kejar setoran pengen ngumpulin duit, saya tinggalin deh semua yang berbau kreatif yang mau diakui atau tidak miskin duit tapi kaya ide digantikan dengan yang miskin ide tapi banyak duit. hahahahahahah
pagi ini saya tiba-tiba keingat lagi pojokan ini, searching google (maklum udah lupa alamat pastinya), dan taraaaang. saya BLANK. g tau mau nulis apa atau tepatnya g tau mau ngapain lagi, bikin saya kayak bego sesaat. dan akhirnya muncullah tulisan ini.
tunggu deh beberapa saat lagi mungkin ada letupan ide yang datang, satu pesan saya jangan pernah padamkan api di hati, api abadi yang menyinari nurani, karena sejauh apapun hasrat pergi suatu waktu akan kembali ke nurani, mencoba mencari siapa aku. ...
pagi ini saya tiba-tiba keingat lagi pojokan ini, searching google (maklum udah lupa alamat pastinya), dan taraaaang. saya BLANK. g tau mau nulis apa atau tepatnya g tau mau ngapain lagi, bikin saya kayak bego sesaat. dan akhirnya muncullah tulisan ini.
tunggu deh beberapa saat lagi mungkin ada letupan ide yang datang, satu pesan saya jangan pernah padamkan api di hati, api abadi yang menyinari nurani, karena sejauh apapun hasrat pergi suatu waktu akan kembali ke nurani, mencoba mencari siapa aku. ...
![]() |
| foto - http://rizkipradana.blogspot.com |
Senin, 30 Juli 2012
suatu hari di rumah cerita
hangat. ... the warmes of the soul
sudah lama saya g melihat mentari pagi, tidur jam 4 pagi bangun jam 12 siang dan begitu seterusnya
mungkin sama lamanya dengan saya g menengok pojokan ini lagi,
hari ini saya pulang,
tidur di kamar kesayangan saya,
melihat mentari terbit dari jendela yang sama
entahlah kenapa hari ini saya malas untuk beranjak tidur, Lagi
mungkin hangat mentari mencoba memanggil saya kembali,
kembali untuk hidup
banyak waktu terbuang beberapa waktu ini
seolah saya kehilangan pedoman siapa diri saya ini sebenarnya
tersapu oleh gemilap dunia,
ya dunia,
"donya" orang jawa bilang,
artinya kurang lebih harta, kekayaan, pangkat semua yang duniawi
its hard enough to discuss in this beatifull morning,
cerita aja tentang indahnya pagi berbingkai jendela kamar saya ya,
sinar mentari pagi perlahan membasuh kulit
menyapu dingin malam yang seolah enggan beranjak pergi
begitu lama, terlalu lama aq bersembunyi di tabir malam yang penuh ilusi
memaki diri dalam jeruji hati
dan pagi begitu indah tuk dilewatkan begitu saja
seperti pagi-pagi lainnya
sepasang burung gereja berkejaran diantara semak belukar
diantara bunga rumput
indah tak terjamah
dan sekarang waktu meloncat keluar dari kamar, dan bermandikan cahaya surya,
good morning every body. ..
sudah lama saya g melihat mentari pagi, tidur jam 4 pagi bangun jam 12 siang dan begitu seterusnya
mungkin sama lamanya dengan saya g menengok pojokan ini lagi,
hari ini saya pulang,
tidur di kamar kesayangan saya,
melihat mentari terbit dari jendela yang sama
entahlah kenapa hari ini saya malas untuk beranjak tidur, Lagi
mungkin hangat mentari mencoba memanggil saya kembali,
kembali untuk hidup
banyak waktu terbuang beberapa waktu ini
seolah saya kehilangan pedoman siapa diri saya ini sebenarnya
tersapu oleh gemilap dunia,
ya dunia,
"donya" orang jawa bilang,
artinya kurang lebih harta, kekayaan, pangkat semua yang duniawi
its hard enough to discuss in this beatifull morning,
cerita aja tentang indahnya pagi berbingkai jendela kamar saya ya,
sinar mentari pagi perlahan membasuh kulit
menyapu dingin malam yang seolah enggan beranjak pergi
begitu lama, terlalu lama aq bersembunyi di tabir malam yang penuh ilusi
memaki diri dalam jeruji hati
dan pagi begitu indah tuk dilewatkan begitu saja
seperti pagi-pagi lainnya
sepasang burung gereja berkejaran diantara semak belukar
diantara bunga rumput
indah tak terjamah
dan sekarang waktu meloncat keluar dari kamar, dan bermandikan cahaya surya,
good morning every body. ..
Senin, 26 Desember 2011
nenek dengan keranjang
terseok dengan keranjang terikat di punggung
berjalan seiring liuk mesra jalan pegunungan
diasapi serentetan truk penuh muatan
menuju sebuah kota harapan
harapan akan kehidupan
dan secercah terang mentari
tak ada lagi lelah menggelanyut
terhapus oleh sebuah pembiasaan
mehujamkan niat, membekukan hati
dia melangkah menembus senyap malam
saat jiwa-jiwa lain terbuai mimpi. ...
berjalan seiring liuk mesra jalan pegunungan
diasapi serentetan truk penuh muatan
menuju sebuah kota harapan
harapan akan kehidupan
dan secercah terang mentari
tak ada lagi lelah menggelanyut
terhapus oleh sebuah pembiasaan
mehujamkan niat, membekukan hati
dia melangkah menembus senyap malam
saat jiwa-jiwa lain terbuai mimpi. ...
Selasa, 06 Oktober 2009
Quote
Paradok, semakin dekat hubungan semakin sulit rasa permusuhan diungkapkan, tetapi semakin lama perasaan demikian ditekan, maka semakin penting pengungkapannya demi mempertahankan hubungan itu sendiri -Lewis A. Coser-
Minggu, 13 September 2009
dia, berubah
malam membagi inspirasi....
setiap melihat malam aku akan selalu teringat kamu,
kenapa ??!
karena hanya kamu dan malam cintaku....
dewi bulan,
begitu aku biasa memanggil bidadari itu,
dengan rambut bagai tsunami di tengah pekat malam
anggun namun mematikan
jernih bola matamu tak sebanding titik-titik embun di lembayung saat pagi hari
jernih dan hitam
"lebaran ini datanglah kerumahku.."
"kenapa?"
"kukenalkan kau dengan keluarga besarku"
"...."
"knapa kau tak jawab?"
"ini terlalu cepat, tak baik"
"datanglah, dan akan ku antar kau pulang, karena aku akan memintamu dari orangtuamu untuk kujadikan istri"
"aku belum ingin menikah, aku masih punya impian..."
"tidakkah kau tahu aku mencintaimu, sangat"
"begitu juga aku, tapi kamu juga tau akan impianku akan negeri cahaya"
"datanglah, ibuku sangat menyayangimu..."
"aku juga sayang ibumu, dia wanita yang luar biasa, melahirkan dan membesarkan lelaki sepertimu yang telah membuatku jatuh cinta"
dia benar, hidupnya masih penuh dengan impian
impian akan negeri cahaya
negeri yang kemilau seakan waktu berhenti berdetak
kilau cahaya telah membuatnya berubah,
kelam rambutnya berkilau tertimpa hangat sang surya
menggeliat menyilaukan mata
matanya bagai ribuan kelip lampu kecil saat tertimpa sinar mentari
dia berubah....
dan kucoba untuk mengerti
maelihat dunia dengan tambahan satu variasi,
variasi itu tak lain ialah cahaya....
dan karena itu pulalah kutulis ini saat mentari tengah bersinar,
Sukoharjo 13 sept 2009, 9.37
setiap melihat malam aku akan selalu teringat kamu,
kenapa ??!
karena hanya kamu dan malam cintaku....
dewi bulan,
begitu aku biasa memanggil bidadari itu,
dengan rambut bagai tsunami di tengah pekat malam
anggun namun mematikan
jernih bola matamu tak sebanding titik-titik embun di lembayung saat pagi hari
jernih dan hitam
"lebaran ini datanglah kerumahku.."
"kenapa?"
"kukenalkan kau dengan keluarga besarku"
"...."
"knapa kau tak jawab?"
"ini terlalu cepat, tak baik"
"datanglah, dan akan ku antar kau pulang, karena aku akan memintamu dari orangtuamu untuk kujadikan istri"
"aku belum ingin menikah, aku masih punya impian..."
"tidakkah kau tahu aku mencintaimu, sangat"
"begitu juga aku, tapi kamu juga tau akan impianku akan negeri cahaya"
"datanglah, ibuku sangat menyayangimu..."
"aku juga sayang ibumu, dia wanita yang luar biasa, melahirkan dan membesarkan lelaki sepertimu yang telah membuatku jatuh cinta"
dia benar, hidupnya masih penuh dengan impian
impian akan negeri cahaya
negeri yang kemilau seakan waktu berhenti berdetak
kilau cahaya telah membuatnya berubah,
kelam rambutnya berkilau tertimpa hangat sang surya
menggeliat menyilaukan mata
matanya bagai ribuan kelip lampu kecil saat tertimpa sinar mentari
dia berubah....
dan kucoba untuk mengerti
maelihat dunia dengan tambahan satu variasi,
variasi itu tak lain ialah cahaya....
dan karena itu pulalah kutulis ini saat mentari tengah bersinar,
Sukoharjo 13 sept 2009, 9.37
Langganan:
Postingan (Atom)

