Rabu, 11 Februari 2015

acuh

semakin sulit mencari keacuhan di dunia ini
tak kala setiap orang sibuk dengan dunianya sendiri

ingatkan kamu saat terakhir kali,
bertegur sapa dengan seseorang yang tanpa sengaja bertemu
berbagi empati dengan teman yang terlihat murung
sekedar tersenyum saat tanpa sengaja sudut pandangan beradu
ingatkah?

semua orang sibuk menipu diri
dengan semu dunia maya

menyumpal telinga dengan earphone
menyibukkan diri dengan telepon pintarnya
tertawa terbahak-bahak sendirian

berubahlah

bicaralah dengan orang didekatmu
lihatlah sekitar indahnya dunia
tertawalah dengan temanmu
cobalah berjalan kaki sapalah tetanggamu

nikmati hidupmu bersama-sama orang terdekatmu

one life, live it. ...




Sabtu, 20 April 2013

Drama Kopi


Menikmati malam bersama secangkir aroma Arjuno
Seakan enggan bertemu mentari esok pagi

Hitammu membawa berjuta kisah
Ramainya bersama kawan,
Sepinya saat aku sendiri,
Dan
Pedihnya kala putus cinta

Kepulan uap putihmu
Menggoda rasa, memupuk imaji
Kental aroma kopi dan manisnya gula
Membumbung mengusir dingin malam
Seakan berseteru dengan rintik hujan
Memperebutkan jiwa dan sadarmu

Ting ting ting
Sendok beradu dengan cangkir
Simponi yang selalu menjadi prolog
Sebuah drama pekatnya kopi


Jebres 0154 20042013

Jumat, 08 Maret 2013

temaram bulan ditengah kejamnya lampu jalanan

salah satu sudut jalan slamet riyadi solo

bulan
seakan sinarnya makin temaram

disetiap sudut bumi dijejali bohlam yang memakan jutaan megawatt listrik
kurangkah sang ilahi menyinari bumi ini??

manusia begitu pongah dan lengah

manusia terkurung dalam labirin evolusi
makin manja
makin bergantung kepada teknologi

tapi,
alam akan selalu bisa mendaur ulang semua sampah ini
dan melahirkan tunas baru

nan hijau, segar dan tak berdosa. ...

verleden

terhenyak sesaat
sekejap cerita lalu mengambang
menampilkan ujung kecilnya di permukaan
menyimpan bongkah besar dibawahnya

sepercik ingatan itu
akan membawa nuansa lalu kembali
mensetting ulang panggung kehidupan
membacakan narasi yang pernah merdu berdendang
menggerakkan para wayang memainkan bidak keseharian
dan drama usang kembali mengisi imaji

gambaran besar itu segera menyempit,
menampilkan sudut yang tak pernah kita duga
tampakklah detil kecil yang penuh cerita

sebagian menikmati,
ada yang mengingkari
banyak pula yang mencoba mencari detil lain
bahkan menciptakan yang tak ada
sekedar menghibur diri


api nurani

lama otak ini sudah kosong, terlalu sering berkerja dengan rutinitas yang sama. yap belakangan ini saya memang lagi kejar setoran pengen ngumpulin duit, saya tinggalin deh semua yang berbau kreatif yang mau diakui atau tidak miskin duit tapi kaya ide digantikan dengan yang miskin ide tapi banyak duit. hahahahahahah

pagi ini saya tiba-tiba keingat lagi pojokan ini, searching google (maklum udah lupa alamat pastinya), dan taraaaang. saya BLANK. g tau mau nulis apa atau tepatnya g tau mau ngapain lagi, bikin saya kayak bego sesaat. dan akhirnya muncullah tulisan ini.

tunggu deh beberapa saat lagi mungkin ada letupan ide yang datang, satu pesan saya jangan pernah padamkan api di hati, api abadi yang menyinari nurani, karena sejauh apapun hasrat pergi suatu waktu akan kembali ke nurani, mencoba mencari siapa aku. ...


foto - http://rizkipradana.blogspot.com

Senin, 30 Juli 2012

suatu hari di rumah cerita

hangat. ... the warmes of the soul

sudah lama saya g melihat mentari pagi, tidur jam 4 pagi bangun jam 12 siang dan begitu seterusnya
mungkin sama lamanya dengan saya g menengok pojokan ini lagi,

hari ini saya pulang,
tidur di kamar kesayangan saya,
melihat mentari terbit dari jendela yang sama

entahlah kenapa hari ini saya malas untuk beranjak tidur, Lagi
mungkin hangat mentari mencoba memanggil saya kembali,
kembali untuk hidup

banyak waktu terbuang beberapa waktu ini
seolah saya kehilangan pedoman siapa diri saya ini sebenarnya

tersapu oleh gemilap dunia,
ya dunia,
"donya" orang jawa bilang,
artinya kurang lebih harta, kekayaan, pangkat semua yang duniawi

its hard enough to discuss in this beatifull morning,
cerita aja tentang indahnya pagi berbingkai jendela kamar saya ya,

sinar mentari pagi perlahan membasuh kulit
menyapu dingin malam yang seolah enggan beranjak pergi
begitu lama, terlalu lama aq bersembunyi di tabir malam yang penuh ilusi
memaki diri dalam jeruji hati

dan pagi begitu indah tuk dilewatkan begitu saja
seperti pagi-pagi lainnya

sepasang burung gereja berkejaran diantara semak belukar
diantara bunga rumput
indah tak terjamah

dan sekarang waktu meloncat keluar dari kamar, dan bermandikan cahaya surya,
good morning every body. ..