Sabtu, 17 Januari 2009

Hitam putih : bukan warna

jengah....
mencoba mengerti ciptaan manusia ini,

terlalu sibuk diri kita dengan semua ini
perspektif baik menurut manusia

pernahkan dalam jutaan detik hidupmu
sekali saja....
menyakinkan apa itu baik?

pernahkan kau bertanya,
apakah putih itu putih?
atau putih itu hitam?
bahkan
mungkin saja hitam itu putih?

terlalu sering, bahkan selalu
kita menghitamkan putih
bahkan memutihkan hitam

cukupkah kau mengerti?
sehingga dengan mudahnya kau akan berkata
baik.... buruk...

yang mungkin kau harus tahu,
di dalam hitam belum tentu hitam
dan sebaliknya. . .

biarlah hanya Dia dan aku yang tahu,
terlalu muak aku dengan dunia ini
sejauh nilai sosial membutakan mereka

mungkin memang inilah seni dari hidup
seni yang memasung

if it's black, let it still black
because,
only God can judge me...

Sabtu, 03 Januari 2009

confession

malam ini,
ditengah hamburan maya dunia
terasa sepi menggelanyut hatikuq

ditengah sorak sorai ribuan manusia
di temani dentuman keras soundsystem
dihujani berai kembang api
didekap dingin belai udara malam

hampa...
gamang....
melayang bimbang....

jiwa ini kosong, menepi dalam dermaga mati
sendiri,
melewati tiap gulung kehidupan
gebyar kembang api ini menggenapi 1 tahun aku meracun diri

kumerindu saat-saat seperti dulu
saat jiwa ini selalu dikuasai romansa
saat inspirasi selalu cerah
saat cinta adalah nafasku
saat rindu memotivasi hidupku
saat dia menguasai hatiku

sakit
di waktu kau kau mengambil diaku
menjalankan takdirmu
meluruskan jalanmu

aku sadar ini lebih baik buat dia
mungkin ia sekarang bisa mendapat apa yang tak mungkin kuberikan
aku terima itu
aku sadar
dan
aku rela, walau sakit

bilalah aku masih pantas
berilah aku rasa itu
yang pernah kukecap manisnya
aku rela jika harus bertekuk lutut dihadapnya
aku rela jika harus mencium kakinya
aku pasti kan mati untuknya
asal semua itu atas nama cinta

sekarang dan entah sampai kapan
ku akan terus menanti

*******
bodoh buat mereka yang terlalu egois
yang masih terbuai dalam hangat kasihnya
semua akan begitu manis, saat kau sudah mengecap pahitnya pahit..

Jumat, 05 Desember 2008

alur hidup

hidup ini bagai sebuah lintasan pendulu...


mengalur kekanan dan kekiri,
semakin jauh dia mengayun kekanan
maka
semakin jauh pula ia mengayun kekiri...

mungkin sebagian dari kita menalarnya sebagai karma

sesuatu di dunia ini selalu berpasang-pasangan,
dalam warna,
ada hitam ada putih...
dalam dunia,
ada perang ada damai...
dalam cinta,
ada nafsu ada kasih...

semakin keras tawa kita hari ini,
...
semakin seru pula tangis kita keesokan harinya

semakin dalam kau melukai seorang manusia,
...
semakin perih pula kau terlukai

hidup ini adalah sebuah tatanan,
bagaimana kita tetap berada di alur lurus...

kalaupun memang harus,
seminimal mungkin kita mengayun ke kanan dan ke kiri
karena seminimal itu pula kita akan terhempas balik...
karena banyak dari kita tak siap dengan pembalikan ini.

alam sebagai pedoman,
kembali,
pekakan jiwa untuk membaca seringai alam,
gejolak alam, eling amarang sasmithaning jagad....

sebagaimana leluhur kita membangun peradaban ini,

alam...
sebagai sumber semua keberadaan
existance...



s
ebagaimana bumi, yang rela semua tumbuh dan berkembang diatasnya...

Kamis, 27 November 2008

menapaki hitamnya jalanan..

sesosok renta menapak lelah
membopong senampan minuman botol

saarah mata memandang
terulur beberapa lembar ribuan
tertukar dengan sebotol air

begitu dalam arti lembar" biru itu
bagi sang pendekar, yang syahid demi anak istrinya
kumohon beri dia kekuatan menapak jalan hitam ini

siang begitu kejam
hari ini aku pulang,
entah ini yang keberapa kutatap wajah renta itu

selalu setia...

mewarnai ramainya tirtonadi...

Selasa, 18 November 2008

bintang

Banyak bagian dari kehidupan ini, bahkan semua mungkin, yang berbagi prinsip yang sama.

Bukan gelap yang membutakan matamu. Tapi terang! Lampu telah membutakan matamu dan memanjakannya, percaya itu. Ketika kamu keluar dari terang dan menuju gelap, percayailah matamu! Ia yang akan melindungimu dan tak akan berbohong padamu. Kau bisa melihat apa yang ingin kau lihat hanya bila kau ingin berdamai dengan matamu.

Ketika kamu keluar dari terang dan menuju gelap melihat bintang, mulanya hanya bisa kamu jumpai satu dua titik terang. Kamu bingung, langitkah yang berkabut atau matamulah yang. Tapi bersabarlah, tunggu lebih lama. Buka matamu, beradalah di situ, dan tetaplah berjaga jaga! Nyalakanlah terang dalam matamu dan carilah bintang di angkasa! Sayangilah gelap maka ia akan menyayangimu!

Dan tak lama kau pun akan bisa menjumpai bintang bintang yang lain. Bahkan kau akan terkagum kagum karena ternyata di langit atas sana seluruhnya hampir penuh oleh bintang! Kau hanya tidak mau menunggu saja, kau tidak mau menunggu dan berjaga jaga sedikit saja lebih lama. Sedikit saja!

Karena sesungguhnya langit malam itu penuh bintang
Kau butuh gelap untuk melihat terang
Dan kau butuh gelap lebih lama untuk bisa melihat bintang!
Begitu juga hidup kita manusia...

Kamis, 06 November 2008

a.s.a

Sukoharjo, 06 november 2008, 00.01


Juga malam ini….
Seperti lembaran yang lalu,
Tetap kutegakkan hatiku untukmu
Mencoba menepis semua keraguan
Walaupun ku sadar semua kian semu

Tlah kujatuhkan pilihanku
Kuikat asaku pada teduh auramu
Seorang dewi penakluk
Bersenjata mata bening dan helai kelam itu
Membius setiap jalur urat nadiku
Seakan bayangmu kian nyata
Membakar seutuh jiwa segenap raga
Menaklukkan hati mati ini
Menuai asa yang terlalu tinggi
Laksana merengkuh puncak jaya
Menuai edelweiss biru di puncak bromo
Kuyakin ini bukan ilusi

Kurentas asaku untuk mendapatkanmu
Membagi tiap lembar hidupku denganmu
Menempuh derasnya hidup dengan kau disampingku
Walau tidak sekarang,
Takkan pernah kukatakan “ jadilah pacarku…”
Terlalu bodoh bagiku,
Tak lebih pintar dari keledai
Karena kuyakin aku kan katakan



“menikahlah denganku dewi shintaku…”



*************

Kutulis saat jam membentuk garis lurus disetiap pergantian hari,
Selurus asa ini…