terseok dengan keranjang terikat di punggung
berjalan seiring liuk mesra jalan pegunungan
diasapi serentetan truk penuh muatan
menuju sebuah kota harapan
harapan akan kehidupan
dan secercah terang mentari
tak ada lagi lelah menggelanyut
terhapus oleh sebuah pembiasaan
mehujamkan niat, membekukan hati
dia melangkah menembus senyap malam
saat jiwa-jiwa lain terbuai mimpi. ...
dalam lembaran ini
aku mencoba membagi kehidupanku,
pikiranku, cintaku, dengan semua orang.
karena hidup untuk berbagi...
Senin, 26 Desember 2011
Selasa, 06 Oktober 2009
Quote
Paradok, semakin dekat hubungan semakin sulit rasa permusuhan diungkapkan, tetapi semakin lama perasaan demikian ditekan, maka semakin penting pengungkapannya demi mempertahankan hubungan itu sendiri -Lewis A. Coser-
Minggu, 13 September 2009
dia, berubah
malam membagi inspirasi....
setiap melihat malam aku akan selalu teringat kamu,
kenapa ??!
karena hanya kamu dan malam cintaku....
dewi bulan,
begitu aku biasa memanggil bidadari itu,
dengan rambut bagai tsunami di tengah pekat malam
anggun namun mematikan
jernih bola matamu tak sebanding titik-titik embun di lembayung saat pagi hari
jernih dan hitam
"lebaran ini datanglah kerumahku.."
"kenapa?"
"kukenalkan kau dengan keluarga besarku"
"...."
"knapa kau tak jawab?"
"ini terlalu cepat, tak baik"
"datanglah, dan akan ku antar kau pulang, karena aku akan memintamu dari orangtuamu untuk kujadikan istri"
"aku belum ingin menikah, aku masih punya impian..."
"tidakkah kau tahu aku mencintaimu, sangat"
"begitu juga aku, tapi kamu juga tau akan impianku akan negeri cahaya"
"datanglah, ibuku sangat menyayangimu..."
"aku juga sayang ibumu, dia wanita yang luar biasa, melahirkan dan membesarkan lelaki sepertimu yang telah membuatku jatuh cinta"
dia benar, hidupnya masih penuh dengan impian
impian akan negeri cahaya
negeri yang kemilau seakan waktu berhenti berdetak
kilau cahaya telah membuatnya berubah,
kelam rambutnya berkilau tertimpa hangat sang surya
menggeliat menyilaukan mata
matanya bagai ribuan kelip lampu kecil saat tertimpa sinar mentari
dia berubah....
dan kucoba untuk mengerti
maelihat dunia dengan tambahan satu variasi,
variasi itu tak lain ialah cahaya....
dan karena itu pulalah kutulis ini saat mentari tengah bersinar,
Sukoharjo 13 sept 2009, 9.37
setiap melihat malam aku akan selalu teringat kamu,
kenapa ??!
karena hanya kamu dan malam cintaku....
dewi bulan,
begitu aku biasa memanggil bidadari itu,
dengan rambut bagai tsunami di tengah pekat malam
anggun namun mematikan
jernih bola matamu tak sebanding titik-titik embun di lembayung saat pagi hari
jernih dan hitam
"lebaran ini datanglah kerumahku.."
"kenapa?"
"kukenalkan kau dengan keluarga besarku"
"...."
"knapa kau tak jawab?"
"ini terlalu cepat, tak baik"
"datanglah, dan akan ku antar kau pulang, karena aku akan memintamu dari orangtuamu untuk kujadikan istri"
"aku belum ingin menikah, aku masih punya impian..."
"tidakkah kau tahu aku mencintaimu, sangat"
"begitu juga aku, tapi kamu juga tau akan impianku akan negeri cahaya"
"datanglah, ibuku sangat menyayangimu..."
"aku juga sayang ibumu, dia wanita yang luar biasa, melahirkan dan membesarkan lelaki sepertimu yang telah membuatku jatuh cinta"
dia benar, hidupnya masih penuh dengan impian
impian akan negeri cahaya
negeri yang kemilau seakan waktu berhenti berdetak
kilau cahaya telah membuatnya berubah,
kelam rambutnya berkilau tertimpa hangat sang surya
menggeliat menyilaukan mata
matanya bagai ribuan kelip lampu kecil saat tertimpa sinar mentari
dia berubah....
dan kucoba untuk mengerti
maelihat dunia dengan tambahan satu variasi,
variasi itu tak lain ialah cahaya....
dan karena itu pulalah kutulis ini saat mentari tengah bersinar,
Sukoharjo 13 sept 2009, 9.37
Sabtu, 27 Juni 2009
tak mengerti
Manusia tak mengerti apa, siapa dan bagaimana dirinya.
Manusia hanya tahu bagaimna menjadi apa, siapa dan bagaimana dirinya.
Adhitya R Dharma P
Manusia hanya tahu bagaimna menjadi apa, siapa dan bagaimana dirinya.
Adhitya R Dharma P
Sabtu, 23 Mei 2009
masih
Masih pekat dalam ingatan, saat-saat senja di pantai putih
Masih saja kurasakan, tangan lembut itu menggelanyut pinggangku
Masih hangat kuucapkan, kidung-kidung asmara yang membuainya terbang
Masih sembab mata ini, saat dia melangkah pergi
Masih sama rasa ini, ketika pertama ku menjabat tangan lembutnya
Masih sakit batin ini, saat dia kembali padanya, kembali ke kehidupannya
Sudah tau aku, hasrat tuk memiliki cuma egoisme semata, karena kasih tak menuntut itu
Selamat senja dewi sintaku, dewi dunia dimana hati terlabuh
Kutunggu kau setiap matahari tenggelam, di merahnya horizon pantai senja...
Masih saja kurasakan, tangan lembut itu menggelanyut pinggangku
Masih hangat kuucapkan, kidung-kidung asmara yang membuainya terbang
Masih sembab mata ini, saat dia melangkah pergi
Masih sama rasa ini, ketika pertama ku menjabat tangan lembutnya
Masih sakit batin ini, saat dia kembali padanya, kembali ke kehidupannya
Sudah tau aku, hasrat tuk memiliki cuma egoisme semata, karena kasih tak menuntut itu
Selamat senja dewi sintaku, dewi dunia dimana hati terlabuh
Kutunggu kau setiap matahari tenggelam, di merahnya horizon pantai senja...
Jumat, 08 Mei 2009
salah satu kado terbaik tahun ini
Sun, apr 19 2009 00:28
Pagi ini dalam perjalanan pulang seorang karib berkata :
"mo sampek kapan lagi?, loe tu egois...
Didunia ini setiap putih pasti da hitam, walau cuman setitik, g da yang perfect. Be realistic sob, jangan idup di dunia dongeng, cobalah menengok, liat kebelakang!
Berapa banyak air mata jatuh untuk loe? Berapa banyak hati yang kecewa gara-gara loe? Loe itu iblis, tapi beraga malaikat...
( Diam sebentar... )
Kenapa gue bisa bilang kayak gitu?
Karena gue pernah terlalu berharap ma loe...
Sebagai sahabat, gue minta kembalilah jadi kupu-kupu biruku. "
Dan diam sampek kami berpisah di depan rumahnya.
Karanita, wanita luar biasa yang karena bodohnya ( atau egoisnya aku ) telah memilih untuk mengisi hatinya dengan harapan lain yang lebih pasti ketimbang buai asap impianku.
Aku sadar, aku sudah melaju terlalu tinggi. Aku seakan seekor lalat yang ditepuk kesana kemari, aku hilang pegangan. Kupu-kupu biru, sosok yang akan aku tuju.Kupu-kupu selalu dicintai karena dia tetap hidup dari sari tumbuhan sejak ia berujud ulat buruk rupa hingga berubah menjadi sosok yang luar biasa, beda dengan lalat yang berasal dari tai tetapi mengharap hidup dari makanan manusia.
Aku akan berubah, setidaknya akan kucoba untuk itu,
Salah satu kado terindah tahun ini, terima kasih sahabat...
Pagi ini dalam perjalanan pulang seorang karib berkata :
"mo sampek kapan lagi?, loe tu egois...
Didunia ini setiap putih pasti da hitam, walau cuman setitik, g da yang perfect. Be realistic sob, jangan idup di dunia dongeng, cobalah menengok, liat kebelakang!
Berapa banyak air mata jatuh untuk loe? Berapa banyak hati yang kecewa gara-gara loe? Loe itu iblis, tapi beraga malaikat...
( Diam sebentar... )
Kenapa gue bisa bilang kayak gitu?
Karena gue pernah terlalu berharap ma loe...
Sebagai sahabat, gue minta kembalilah jadi kupu-kupu biruku. "
Dan diam sampek kami berpisah di depan rumahnya.
Karanita, wanita luar biasa yang karena bodohnya ( atau egoisnya aku ) telah memilih untuk mengisi hatinya dengan harapan lain yang lebih pasti ketimbang buai asap impianku.
Aku sadar, aku sudah melaju terlalu tinggi. Aku seakan seekor lalat yang ditepuk kesana kemari, aku hilang pegangan. Kupu-kupu biru, sosok yang akan aku tuju.Kupu-kupu selalu dicintai karena dia tetap hidup dari sari tumbuhan sejak ia berujud ulat buruk rupa hingga berubah menjadi sosok yang luar biasa, beda dengan lalat yang berasal dari tai tetapi mengharap hidup dari makanan manusia.
Aku akan berubah, setidaknya akan kucoba untuk itu,
Salah satu kado terindah tahun ini, terima kasih sahabat...
Membaca Makna
sejumput cerita kembali merenda
tentang hidup yang tak pernah sama
selalu dan tak pernah sama
kita anak manusia
aku, akupun tak kenal siapa aku
selalu dia datang di waktu yang salah
disaat ku ingin menepi, sendiri, membuai dengan kesepian
kau datang, just to say "may i help you"
entahlah akupun terlalu pesimis, mampukah aku membuka hati untuk yang baru
karena aku takut hanya akan membuang waktumu
biarkan aku disini, meracun diri dalam sepi
sampai sekarang,
sampai ego diri ini memudar..............
selasar gedung C FKIP UNS,
8 mei 2009 07:45
tentang hidup yang tak pernah sama
selalu dan tak pernah sama
kita anak manusia
aku, akupun tak kenal siapa aku
selalu dia datang di waktu yang salah
disaat ku ingin menepi, sendiri, membuai dengan kesepian
kau datang, just to say "may i help you"
entahlah akupun terlalu pesimis, mampukah aku membuka hati untuk yang baru
karena aku takut hanya akan membuang waktumu
biarkan aku disini, meracun diri dalam sepi
sampai sekarang,
sampai ego diri ini memudar..............
selasar gedung C FKIP UNS,
8 mei 2009 07:45
Langganan:
Postingan (Atom)